News
Dahlan Usul Wanita Hamil Cuti 2 Tahun
2012-06-26 10:15:00
(visijobs-news) - Menteri BUMN Dahlan Iskan berencana akan menerapkan aturan bagi pegawai wanita karier BUMN yang melahirkan akan diberikan cuti hingga 2 tahun. Diharapkan para wanita kareir di BUMN masih tetap eksis di pekerjaannya dan peranannya membentuk anak sebagai generasi muda bisa tetap dilakukan.
Dahlan menjelaskan di perusahaan pelat merah belum memiliki budaya dan sistem kerja yang mendukung untuk perkembangan generasi muda dan wanita karier. Sehingga menjadikan BUMN belum menjadi tempat yang bagus untuk mengembangkan karier bagi wanita.
"Dirut untuk memperhatikan generasi muda dan wanita. Jangan dihambat karier yang muda karena masa depan akan ditentukan oleh mereka. Begitu juga wanita, tampilnya wanita membentuk sebuah kemajuan," imbuh Dahlan saat acara BUMN Marketing Day 2012 di Hotel Borobudur, Jakarta.
Selain itu, Dahlan menyoroti rendahnya iklim di BUMN yang belum memberikan keleluasaan lebih kepada wanita yang telah berkeluarga. Menurutnya, wanita yang memiliki karier cemerlang setelah menikah dan memiliki anak kurang memperoleh perhatian khusus sehingga membuat wanita potensial tersebut keluar dari perusahaan karena harus mengurusi anak.

"Tapi iklimnya belum terbentuk, wanita kariernya bagus terus menikah punya anak dan kemudian mengundurkan diri. Nanti yang rugi adalah Indonesia karena punya anak," ungkapnya.
Guna menciptakan iklim yang kondusif untuk wanita, Dahlan berencana untuk menerapkan cuti selama 2 tahun bagi wanita yang memiliki karier bagus setelah melahirkan.
"Saya punya rencana untuk wanita karier yang punya kemampuan untuk manager tertentu bisa diberi cuti waktu 1 sampai 2 tahun. Setelah itu bisa bekerja kembali," sebutnya.
Selain itu, Dahlan mengusulkan di lingkungan kantor dan pabrik BUMN supaya disediakan tempat perawatan bayi dan anak . Harapannya, pekerja wanita di lingkungan BUMN yang potensial tetap nyaman bekerja.
"Saya juga sudah bicara kepada dirut Pertamina dan Telkom untuk membuat tempat perawatan bayi. Ini akan jadi gerakan BUMN. Sehingga kehilangan tenaga potensial dapat dicegah," tutup Dahlan.
(prs/PRS/dtc)
(photo : dtc)
Berita Terkait :
|
News Archieves
|