News
BII: Tidak Ada Pengurangan Pegawai Pasca Penggantian Nama
2012-01-19 17:08:00
(Visijobs-News) - PT Bank Internasional Indonesia Tbk yang berubah nama menjadi PT Bank Maybank Indonesia Tbk tidak berencana untuk mengurangi pegawai pascapergantian nama perusahaan itu.
"BII tidak berencana untuk mengurangi pegawai setelah pergantian nama, kami malah ingin melakukan pertukaran pegawai dengan Malaysia dan membuka cabang baru di Indonesia karena bisnis keuangan terus berkembang," kata Direktur Perbankan Konsumer BII Stephen Liestyo di Jakarta.
Pada Senin (16/1) Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) menyetujui pergantian nama perseroan menjadi PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Maybank adalah jaringan bank dan jasa keuangan terbesar di Malaysia dengan jaringan di 17 negara dan 21 juta nasabah di seluruh dunia serta total aset lebih dari 135 miliar dolar AS
RUPSLB tersebut juga sepakat menunjuk Dato Khairussaleh Ramli menjadi Presiden Direktur baru menggantikan posisi Rahardja Alimhamzah. "Perubahan nama dan logo perusahaan akan dilakukan oleh satu tim khusus namun mungkin baru dapat dilakukan 3-4 bulan lagi karena masih menunggu persetujuan Bank Indonesia," kata Stephen.
Stephen mengatakan bahwa status BII tetap sebagai bank umum nasional namun dengan nama Bank Maybank Indonesia diharapkan dapat membuka peluang bisnis jaringan internasional. "Dengan nama yang baru dapat BII dapat lebih dikenal secara internasional, produk-produk yang ditawarkan juga lebih banyak untuk dapat menjangkau nasabah di luar negeri," ungkap Stephen.
Produk-produk baru yang akan ditawarkan menurut Stephen di antaranya layanan nasabah prioritas di Singapura dan Kuala Lumpur serta layanan keuangan pada korporasi internasional.
Akusisi Maybank atas BII dimulai sejak 30 September 2008 saat Maybank Offshore Corporate Services (MOCS) mengakusisi 100 persen saham Sorak Financial Holding Pte.Ltd, pemilik 55,51 persen saham BII dan pada Desember 2008, MOCS akhirnya memiliki 97,5 persen saham BII lewat kepemilikan saham Sorak Financial Holdings (54,33 persen) dan MOCS (43,19 persen) di BII.
Hingga 2012, BII memiliki 346 kantor cabang, termasuk lima cabang syariah dan tiga cabang di luar negeri ditambah 1.155 mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dan 56 CDM yang terhubung dalam jaringan ATM Prima, ATM Bersama, ALTO, Cirrus, jaringan MEPS di Malaysia dan 3.500 ATM Maybank di Malaysia dan Singapura. Per 30 September 2011, BII memiliki simpanan dana nasabah sebesar Rp 66,6 triliun dan aset sebesar Rp 90,9 triliun.
(rie/RIE/ant)
(foto : dtc)
Berita Terkait :
|
News Archieves
|