VIBIZPORTAL.COM    Financial    Regional    Management    Info Tekno    Info Belanja    Jobs & Career    Forum
 
 

News


Mantan TKI Menjadi Pengusaha Eksporter Sapu

2012-01-17 12:55:00

(visijobs-news) - Rohimah beserta suaminya mengedalikan usaha sapunya yang terbuat dari rumput glagah. Usaha pembuatan sapu yang dimulai sejak 2005 ini, kini telah menjadi lapangan kerja bagi ratusan warga sekitar.

Di balik kisah sedih yang dialami para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, ternyata ada juga TKI yang mampu meraih kesuksesan setelah kembali ke kampung halamannya.

Seperti di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Seorang mantan TKI sukses menjadi pengusaha sapu usai pulang bekerja dari Singapura. Tidak tanggung-tangung omzet usaha sapunya bisa mencapai miliaran rupiah. Bahkan, produk sapunya ini telah merambah ke beberapa negara seperti Taiwan, Korea Selatan, dan Malaysia.

Inilah sukses yang diraih Rohimah (37), istri dari Bambang Triono warga Desa Karang Gambas, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga. Di rumah yang juga dijadikan kantor, serta tempat produksi sapunya inilah, Rohimah beserta suaminya mengedalikan usaha sapunya yang terbuat dari rumput glagah. Usaha pembuatan sapu yang dimulai sejak 2005 ini, kini telah menjadi lapangan kerja bagi ratusan warga sekitar.

Sebagaimana informasi dari BP3TKI Semarang, kesuksesan pabrik sapu milik Rohimah ini ternyata tidak datang begitu saja. Namun beberapa kali mengalami pasang surut. Bahkan, usaha sapunya ini sempat vakum selama dua bulan akibat ketiadaan modal serta buruknya administrasi.

Kondisi inlah kemudian yang membuat Rohimah memutuskan untuk menjadi TKI ke Singapura. Namun, Rohimah hanya bekerja selama satu tahun di Singapura. Meski demikian, banyak pengalaman yang didapat hingga ia bersama suaminya melanjutkan usaha sapunya ini.

“Wah, usaha saya semula sempat pasang surut, pokoknya untuk sukses tidak gampang dan harus bekerja tekun,” ujar Rohimah

Tentu saja, kesuksesan Rohimah juga tak lepas dari peran dari Bambang Triono suaminya. Ayah dua anak inilah yang bekerja untuk mencari tempat pemasaran produk sapunya hingga kualitas produk sapunya dipercaya untuk diekspor ke beberapa negara Asia. “Dalam menjalankan usaha ini kita saling mendorong dan bahu membahu",ujar Bambang Triono.

Banyaknya permintaan sapu dari berbagai negara membuat Rohimah dan Bambang tak bisa mengerjakan sendiri. Mereka harus mempekerjakan beberapa warga sekitar. Tentu saja kondisi ini sangat menguntungkan warga sekitar yang sebagian besar bekerja sebagai buruh tani. Bahkan, jumlah para pekerja di pabrik sapu milik Rohimah ini, mencapai ratusan orang.

Meski telah sukses, namun masih banyak kendala yang dihadapi Rohimah dan Bambang dalam mengembangkan usahanya ini, Seperti modal dan peralatan yang masih manual. Sehingga, mereka pun berharap pemerintah bisa membantu masalah yang dihadapi.

(prs/PRS/bnp2tki)

(photo : ant)



Berita Terkait :

25000 Karyawan Tambang Terancam Menganggur
Pentingnya Membuka Lapangan Kerja Untuk Generasi Muda
Perlunya Pemerataan Tenaga Kesehatan Di Daerah Pesisir
Warga Lhokseumawe 76 Persen Bekerja Di Sektor Jasa
Kinerja Pegawai Penyuluh Perlu Dimaksimalkan
Industri Rumah Tangga Mampu Serap 32.000 Tenaga Kerja
Pekerja Di Sumut Terbanyak Berprofesi Karyawan
BNP2TKI 8000 Lowongan TKI Ke Korea Akan Habis
Jamsostek Catat Peserta Baru Sebanyak 43 Ribu Orang
Demo Buruh Terbesar Di Dunia Berlangsung Damai

News Archieves


Konten : Job Search | Event | About Us
Management : ADVERTISING | DISCLAIMER | PRIVACY