Vibizdaily    Financial    Regional    Management    Tekno Biz    Info Belanja    Jobs & Career    Forum
 
 

News


Hampir 50% Pekerja Formal Indonesia Masuk Tenaga Outsourcing

2011-01-06 16:04:00

(Visijobs-News) - Sebanyak 40-50% tenaga kerja sektor formal di Indonesia berstatus sebagai tenaga kerja alih daya atau outsourcing. Tenaga kerja sektor formal di Indonesia kini mencapai sekitar 30 jutaan orang, sementara sektor informal bisa mencapai 70 juta orang lebih. Hal ini disampaikan oleh Penasihat Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (Abadi) Iftida Yasar, Kamis (6/1/2011).

"Setiap tahun terus meningkat, seperti serapan di tahun 2010 semakin tinggi. Ini terkait risiko perusahaan dan kerumitan. Lemahnya pengawasan pasti meningkat karena risiko perusahaan dialihkan, ditambah persaingan yang tinggi," katanya.

Dikatakannya, jika dilihat dari sisi persentase, angka tenaga kerja outsourcing di Indonesia relatif sama dengan di Jepang yang mencapai kurang lebih 40% dari total pekerja sektor formal. Padahal, menurut Iftida, Jepang adalah salah satu negara yang menhormati komitmen kerja jangka panjang bagi para pekerja.

Ia menuturkan masalah outsourcing tidak boleh menjadi kambing hitam karena menjadi bagian amanat UU No 13 Tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan. Namun ia menggarisbawahi adalah soal penerapan pelaksanaan outsourcing dilapangan yang harus dibenahi dan pengawasannya. "Sekarang anggota kita 100 perusahaan (outsourcing), ini kenapa kecil sekali, tak mewakili jumlah perusahaan outsourcing yang jumlahnya ribuan. Ini gambaran kalau yang menjalankan yang benar sedikit sekali," jelas Iftida.

Ia mengaku tak menutup mata jika sekarang banyak perusahaan outsourcing yang hanya bermodal izin perusahaan terbatas (PT) menjalankan bisnis outsourcing tanpa persyaratan yang layak dan lengkap. Menurutnya kuncinya adalah pengawasan harus benar-benar dilakukan oleh kementerian tenaga kerja, mengingat permintaan terhadap tenaga outsourcing akan semakin tinggi.

"Jadi seperti kayak calo TKI, itu lah yang hidup," katanya.

Bisnis outsourcing di Indonesia telah berkembang dengan pesat dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun. Awalnya bisnis outsourcing di Indonesia lebih banyak untuk menunjang industri pertambangan dan konstruksi. Dalam pelaksanaan penerapan tenaga kerja outsourcing, khususnya dalam menentukan non  bisnis utama atau bukan core business faktanya di Indonesia setiap perusahaan berbeda-beda. Sehingga hal ini lah yang kerap kali menjadi salah satu masalah penerapan outsourcing di Tanah Air, belum lagi penyimpangan-penyimpangan.

"Di sektor perbankan banyak sekali yang pakai (outsourcing), manufaktur lebih besar sekali," jelasnya.

Ia menambahkan negara-negara lain seperti Filipina bisnis outsourcing sangat dominan bahkan sudah bisa menyuplai tenaga kerja outsourcing berbasis kompetensi ke banyak negara.

"Setiap tahun ada US$ 36 miliar diseluruh dunia yang berputar dari bisnis outsourcing, kita nggak pernah kebagian," katanya.

Ia menegaskan tak banyak perusahaan outsourcing di Indonesia yang benar-benar menguasai disatu bidang keahlian kebutuhan bidang tenaga kerja. Umumnya yang banyak bertumbuh sekarang ini adalah perusahaan outsourcing yang mengambil jalan pintas demi mengejar keuntungan saja.

(rie/RIE/dtc)

(foto : dtc)



Berita Terkait :

Tenaga Honorer K2 Yang Masuk Setelah 2005 Tidak Bisa Diangkat CPNS
Toyota Tambah Institusi T-TEP
Job Fair Kalimantan Selatan Membuka 2500 Peluang Kerja
M Lutfi Terpilih Jadi Menteri Perdagangan Pengganti Gita Wirjawan
Andrew Bocking Tinggalkan BlackBerry
Pengumuman Kelulusan Seleksi CPNS Honorer K2 Ditunda
Qatar Membuka Ribuan Lowongan Kerja Untuk TKI
Muhaimin Panggil 13 Perusahaan BUMN Untuk Bahas Outsourcing
Inpres Kebijakan Penetapan Upah Minimum Ditandatangani
Pemkot Depok Membuka Lowongan CPNS

News Archieves


Konten : Job Search | Event | About Us
Management : ADVERTISING | DISCLAIMER | PRIVACY