News
Dana UMKM Belum Bisa Jangkau Usaha Kecil
2010-09-02 09:21:00
(visijobs-news) - Dana kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Kediri, Jawa Timur, belum sepenuhnya mampu menjangkau usaha kecil, seperti di warung makan. "Kami memang belum bisa menjangkau para pengusaha kecil, seperti warung nasi maupun usaha lain yang sering pindah," kata Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri, Imam Subagio, di Kediri.
.jpg)
Ia mengatakan, yang menjadi kendala utama untuk pemberian kredit bagi kelompok usaha yang kecil dan sering pindah tersebut adalah agunan atau jaminan. Pemerintah tidak dapat semata-mata memberikan kredit, tanpa ada jaminan yang jelas.
"Tidak ada surat berharga seperti BPKB, sertifikat maupun surat lainnya yang dapat dijadikan jaminan. Tidak ada yang bisa bertanggung-jawab," katanya mengungkapkan.
Imam mengaku, sebenarnya pemerintah kota sudah membicarakan hal ini. Untuk pemberian kredit, bukan hanya mereka yang memiliki modal dan agunan yang jelas, namun ke depan bisa menjangkau sektor usaha kecil yang sering pindah seperti warung nasi tersebut.
Beberapa hal yang direncanakan antara lain dengan pemberian jalan keluar agar para pemilik usaha ini bisa membuat kelompok. Mereka bisa terdiri dari lima anggota maupun lebih, dan nantinya bisa mengajukan diri kepada pemerintah untuk mendapatkan bantuan kredit UMKM.
Hal ini, lanjut dia, dirasa lebih mudah daripada harus mengajukan secara perseorangan yang membutuhkan agunan dengan nilai yang cukup besar seperti sertifikat tanah. Pengajuan kredit lewat kelompok tentunya lebih dimudahkan, karena untuk agunan bisa bersama atau salah satu anggota yang bisa dipercaya.
Untuk penyerapan kredit UMKM di Kota Kediri selama 2010, Imam mengaku masih belum sepenuhnya. Dari anggaran Rp6 miliar untuk kredit UMKM selama 2010, masih terserap sekitar Rp3,014 miliar atau 51 persen. Imam mengatakan, yang menjadi kendala utama belum terserap total anggaran tersebut merupakan proses verifikasi yang memerlukan ketepatan.
Ia menyebut bunga murah 6 persen per tahun, belum mampu meningkatkan kesadaran masyarakat pada pengembalian kredit. Tercatat, dalam evaluasi tahun pertama sejak kredit itu digulirkan pada 2007 lalu, tunggakan sekitar 17 persen dari total anggaran Rp3 miliar (2007-2008). Sementara, untuk tunggakan pada 2009-2010 ini, masih belum dihitung, karena masih berjalan.
"Tingkat kesadaran pengusaha yang meminjam belum sepenuhnya. Mereka masih beranggapan jika dana ini hibah, sehingga enggan untuk mengembalikan," ujarnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Imam mengaku sudah menerjunkan tim 11 untuk memantau langsung kredit UMKM mulai dari pengajuan, pemantauan usaha, hingga pengembalian.
Dengan terbentuknya tim tersebut, pihaknya berharap dapat meminimalisir tunggakan, mengingat modal itu diberikan dan diharapkan bisa berkembang. Jumlah usaha di wilayah Kota Kediri cukup banyak. Tercatat UMKM di wilayah kota mencapai 18.124 unit dengan berbagai sektor usaha dan tingkatan baik kecil, menengah, maupun besar.
(prs/PRS/ant)
(foto : ant)
Berita Terkait :
|
News Archieves
|