News
Angka Pengangguran Kupang Kian Meningkat
2010-08-17 22:32:00
(Visijobs-News) - Angka pengangguran terbuka di Kota Kupang ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tinggi, mencapai 14,28 persen dari total yang bekerja sebanyak 110.648 jiwa. 
Wali Kota Kupang, Daniel Adoe, di Kupang, mengatakan, Pemerintah Kota Kupang masih dihadapkan pada persoalan tingginya angka pengangguran terbuka di wilayah tersebut, hingga mencapai 14,28 persen dari jumlah orang yang bekerja sebanyak 110.648 jiwa.
Hal itu, kata dia, karena rendahnya jiwa wirausaha masyarakat yang berakibat pada ketergantungan masyarakat kepada lapangan kerja milik pemerintah (PNS).
Selain itu, kata Adoe, hal itu dipicu oleh masih minimnya kemampuan keuangan daerah dalam menjawab berbagai tuntutan dan aspirasi masyarakat akan infrastruktur perkotaan di Kota Kupang.
Dia mengatakan, data tahun 2007 angka pengangguran terbuka berada pada angka 14,14 persen dari total pencari kerja sebanyak 93.020 orang, dan mengalami peningkatan menjadi 14,28 persen, dari total orang yang bekerja sebanyak 110.648 jiwa, pada 2009.
Untuk itu, sebagai jawaban atas tuntutan perubahan tersebut, kata Adoe, pemerintah terus berusaha dan menyusun berbagai strategi yang lebih efektif dan inovatif, guna merespon tuntutan hak-hak sipil warga perkotaan yang berbasis pada pemberian pelayanan, peningkatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Perhatian pemerintah, kata dia, terus diarahkan pada kebutuhan sipil untuk memenuhi hak-hak dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, listrik, air bersih maupun infrastruktur. Karena itu, lanjut Adoe, pemerintah terus menggalakkan kerja sama dengan berbagai komponen masyarakat yang ada, dalam membangun daerah ini.
Keberhasilan pembangunan yang sedang digalakkan, kata Adoe, hanya bisa berhasil dan dinikmati secara utuh oleh masyarakat, jika ada saling terbuka, jujur dan setia dalam melaksanakan peran dan fungsi masing-masing.
"Marilah kita belajar dari para pejuang kemerdekaan kita antara lain cinta tanah air, semangat juang yang pantang menyerah, rela berkorban tanpa pamrih menjadi semangat kita dalam mengisi kemerdekaan ini sesuai dengan tugas dan fungsi kita masing-masing," kata Adoe.
Adoe mengingatkan, semangat persatuan dan kesatuan serta solidaritas sosial antar sesama warga di kota ini harus tetap dikembangkan dan jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang menyesatkan, bahkan cenderung merusak tali persaudaraan, yang pada akhirnya mengganggu ketertiban masyarakat di daerah ini.
Menghadapi gelombang globalisasi yang kian deras, Adoe berharap agar perlu ada peningkatan disiplin, etos kerja dan profesionalisme dalam tugas masing-masing, guna mempersembahkan yang terbaik bagi daerah ini teristimewa memberikan pelayanan kepada warga kota ini.
(cr/CR/ant)
(foto:ant)
Berita Terkait :
|
News Archieves
|