VIBIZPORTAL.COM    Financial    Regional    Management    Info Tekno    Info Belanja    Jobs & Career    Forum
 
 

News


Produk UKM Indonesia Sukses di China

2010-08-10 10:48:00

(Visijobs-News) - Ketua Bidang Usaha Kecil dan Menengah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Nina Tursinah mengatakan pengusaha China tertarik membeli dan memasarkan aneka produk hasil usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia. 


Kepada pers di Jakarta, Nina mengatakan sejumlah pelaku UKM yang mengikuti forum bisnis Indonesia-China tanggal 26-31 Juli 2010 telah mendapatkan permintaan barang dalam jumlah besar dari pengusaha di negeri tirai bambu itu. 

Menurut Lusi Efriani, pembina UKM penghasil arang tempurung kelapa di Kepulauan Riau yang mengikuti forum bisnis tersebut, pihaknya mendapat pesanan satu juta ton arang tempurung kelapa asalan per tahun dari sebuah perusahaan di China dengan harga 300 dolar AS per ton.

"Kami tidak akan bisa memenuhi permintaan itu sendirian karena produksi kami paling banyak 300 ribu ton per tahun. Tapi kalau UKM di seluruh Indonesia bekerja sama saya yakin pasti bisa," katanya. 

Selain itu, kata Nina, juga ada permintaan 31 ribu ton tepung tapioka per bulan serta permintaan bahan makanan lain seperti tepung rumput laut, markisa peras dan aneka makanan ringan khas Indonesia dari pengusaha China. 

Produk lain seperti pakaian kasual, pakaian berciri khas Indonesia, aneka jenis sarung dan macam-macam hasil kerajinan, menurut dia, juga diminati pengusaha di negeri itu. 

Koordinator Garmen Apindo Dina Midiani mengatakan pengusaha China antara lain memberi tawaran kepada pelaku UKM yang bergerak di sektor garmen untuk memasok produk garmen yang akan dipasarkan ke Afrika Selatan. 

"Tawaran-tawaran dari mitra usaha di China ini harus segera ditindaklanjuti. Pelaku UKM bisa saling bekerja sama untuk memanfaatkan peluang ini," kata Nina. 

Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi juga mengatakan pelaku UKM harus memanfaatkan peluang itu untuk menjajagi kemungkinan memperluas pasaran produk ke luar negeri. 

"China ada potensi pasar besar karena ke depan negara itu akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi. Kita jangan hanya main di lokal saja, potensi pasar yang besar di China harus dimanfaatkan," katanya. 

Lebih lanjut Nina mengatakan pelaku UKM masih membutuhkan dukungan dan fasilitasi dari pihak terkait untuk memanfaatkan peluang yang ditawarkan para pengusaha dari China karena kemampuan mereka masih terbatas. 

"UKM masih sulit memenuhi konsistensi dalam hal kualitas dan suplai, makanya mereka tidak bisa jalan sendiri, butuh dukungan dari pemangku kepentingan terkait seperti Apindo, perbankan dan pemerintah," katanya. 

Ia mengatakan pelaku UKM membutuhkan banyak modal untuk menyediakan produk berkualitas standar dalam jumlah besar namun selama ini akses mereka terhadap permodalan dari perbankan masih terbatas. 

"Bank memang menyiapkan dukungan dana, tapi bunganya terlalu besar untuk UKM, bisa 12 persen sampai 16 persen. Harus ada agunan pula," katanya. 

Pelaku UKM, lanjut dia, juga berharap pemerintah menyederhanakan dan memudahkan birokrasi pengurusan ekspor dan standardisasi produk bagi pelaku UKM. 

"Kalau begitu saya yakin UKM kita bisa bersaing dan mengambil peluang pasar di luar negeri," kata Nina. 

Akhir bulan Juli lalu, Apindo bekerjasama dengan Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Indonesia Business Association of Shanghai (IBAS), Kadin Indonesia Komite Tiongkok serta Perkumpulan Masyarakat dan Pengusaha Indonesia Tionghoa memfasilitasi pengiriman delegasi UKM Apindo untuk mengikuti forum bisnis Indonesia-China. 

Sebanyak 50 pelaku UKM dari sektor makanan/minuman, garmen dan kerajinan binaan Apindo berkunjung ke China serta melakukan pertemuan dengan pelaku usaha di sana untuk menjajagi kemungkinan kerjasama.

(cr/CR/ant)

(foto:ant)



Berita Terkait :

UMR Jangan 'Dipelintir' Jadi Upah Maksimum
Lagi, Yahoo Pecat Karyawan Flickr
Kepala BNP2TKI Dukung Pemberian Selular Gratis TKI Korea
Penghasilan Hakim MK Rp 300 Juta Setiap Bulan
Bidan Juga Butuh TOEFL di Atas 500
American Airlines PHK 13.000 Karyawan
Muhaimin umumkan kesepakatan upah minimum Banten
UMK Bandar lampung naik 11 persen
Apple Rekrut CEO Dixons Browett
Buruh Tangerang Minta Maaf Kalau Harus Blokir Tol

News Archieves


Konten : Job Search | Event | About Us
Management : ADVERTISING | DISCLAIMER | PRIVACY