News
Pemerintah Perlu Siapkan Dana Untuk Kurangi Pengangguran
2010-08-04 01:00:00
(Visijobs-News) - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Nusa Tenggara Barat, Lalu Anas Amrullah, menyarankan, agar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menyediakan akses permodalan bagi wirausaha baru.

"Dana baik melalui APBN ataupun APBD harus ada, tersedia dalam jumlah banyak, sehingga ada pegangan bagi generasi muda, mahasiswa untuk berusaha," katanya di Mataram, Selasa.
Menurut dia, dana yang tersedia tidak langsung harus ke calon "entrepreneur" atau wirausaha, namun bisa ditempatkan di Lembaga Penjaminan Kredit Daerah (LPKD) atau di perguruan tinggi yang bisa menjalin kerja sama untuk program pencetakan wirausaha baru.
Menyiapkan generasi muda sebagai calon pengusaha, kata dia, harus dikemas dalam satu paket holistik yang berisi pembentukan watak wirausaha dari bangku kuliah, pembentukan mental, dukungan dana dan pendampingan teknis.
Anas melihat perlunya materi kewirausahaan di bangku kuliah karena disadari bahwa sejauh ini tidak semua fakultas memasukkan materi yang satu ini.
"Kalaupun ada misalnya di Fakultas Ekonomi, mata kuliah ini hanya diperoleh satu semester saja. Oleh karena itu, secara menyeluruh, perguruan tinggi di bawah kendali rektorat harus mendukung tersedianya mata kuliah yang wirausaha di semua fakultas," katanya.
Lebih lanjut, Anas mengutarakan menjadi seorang pengusaha harus dibentuk mulai dari watak, mental dan pemahaman akan dunia usaha itu sendiri.
Setelah itu terbentuk, maka begitu mahasiswa menyelesaikan studinya di perguruan tinggi, calon enterpreneur tersebut langsung disambut dengan ketersediaan anggaran.
"Selama ini tidak demikian, menjadi pelaku usaha baru agak sulit, karena terbentur pinjaman. Kendati ada kredit usaha rakyat (KUR), pelaksanaannya tidak se ideal yang diharapkan," ujarnya.
Ia menilai persoalan pengangguran di NTB, bahkan di Indonesia, akan semakin kompleks seiring pertambahan jumlah penduduk. Di sisi lain, keyakinan berkurangnya pengangguran dari eksistensi pengusaha belum tercukupi.
"Di Indonesia, jumlah pengusaha hanya tercatat 0,2 persen dari jumlah penduduk. Jadi masih sangat kurang untuk menyiapkan lapangan kerja baru," ujarnya.
(cr/CR/ant)
(foto:ant)
Berita Terkait :
|
News Archieves
|