News
Perikanan Sulut Serap 121.000 Tenaga Kerja
2009-09-09 22:27:00
Sektor perikanan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 121.000 orang, naik tipis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 119.787 orang.
"Tenaga kerja bekerja di sektor kelautan tersebut 85 persen adalah nelayan, selebihnya pembudidaya dan pengolah," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut, Xandramaya Lalu, di Manado, Rabu.

Xandramaya menyebut, dari jumlah pekerja perikanan tersebut, terbanyak nelayan yakni 103.003 orang, sedangkan pembudidaya 17.048 orang dan pengolah 868 orang.
Para nelayan tersebut umumnya menangkap ikan baik untuk dijual kepada masyarakat maupun memenuhi kebutuhan pabrik perikanan yang banyak beroperasi di Kota Bitung.
Sedangkan yang tergolong pembudidaya sudah termasuk diantaranya petani rumput laut dan pemelihara ikan darat seperti ikan mas, nila dan lainnya.
Menurut Xandramaya, tingginya masyarakat bekerja di sektor perikanan, karena topografi beberapa daerah di Sulut yang berupa pulau dikelilingi laut seperti Kabupaten Sangihe dan Talaud.
Data pekerja sektor perikanan Sulut selama tiga tahun terakhir, yakni tahun 2006 sebanyak 114.242 orang, tahun 2007 naik menjadi 119.787 dan meningkat lagi tahun 2008 menjadi 120.919 orang.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Jasa Bangun, mengatakan, kendati mereka yang bekerja di sektor perikanan terus meningkat dari tahun ke tahun tetapi belum sepenuhnya diikuti perbaikan kesejahteraan mereka sendiri.
"Kesejahteraan sebagian besar nelayan masih memprihatinkan, terlihat dari nilai tukar petani (NTP) perikanan yang hanya sebesar 94,56 persen per Juli 2009, yang berarti pendapatan diterima tidak sebanding dengan pengeluaran tiap hari," kata Jasa.
Jasa mengatakan, posisi Juli 2008 lalu, mereka yang bekerja di sektor perikanan masih bisa bernafas lega, pendapatan diperoleh lumayan baik, terlihat dari NTP 101,79 persen tetapi tahun ini turun menjadi hanya 94,56 persen.
Pemerintah harus memperhatikan lebih serius kehidupan para nelayan tersebut, mengingat perikanan menjadi salah satu potensi ekspor yang mendatangkan devisa yang cukup besar tiap tahun bagi Sulut.
(prs/PRS/ant)
(foto : ant)
Berita Terkait :
|
News Archieves
|