Tips & Career
Sikap Karyawan Outsourcing Di Suatu Perusahaan
2012-02-22 14:51:00
(Visijobs – Tips & Career) - Disuatu pagi di sebuah kantor mewah di bilangan Jakarta Selatan, terlihat satu pemandangan yang sudah tidak asing lagi dilihat dan dirasakan oleh seluruh karyawan dimana para karyawan bergegas-gegas dan berlomba-lomba untuk memasuki lift agar dapat segera memasuki lingkup kantornya.
Tetapi ada satu pemandangan yang ganjil dimana ada serombongan karyawan dengan menggunakan baju yang cukup santai untuk ukuran orang kantor dimana mereka berteriak-teriak, tertawa-tawa dan saling menertawakan temannya yang datang terlambat dan sedang menunggu lift juga. Semua karyawan merasa risih dan canggung mendengar teriakan mereka karena rasanya tidak pantas berbicara dan tertawa-tawa seperti demikian di depan banyak orang dalam situasi yang juga tidak nyaman. Apalagi ditambah dengan menggunakan baju yang kurang lazim dipakai oleh karyawan.
Selidik punya selidik maka diketahuilah bahwa segerombolan karyawan tersebut hanya merupakan karyawan outsourcing di perusahaan tersebut. Mereka merasa tidak memiliki perusahaan tersebut dan menganggapnya hanya sebagai tamu dalam kantor tersebut sehingga dapat berlaku seenaknya. Dan sebagai karyawan outsourcing maka tidak mempunyai kewajiban untuk mengenali siapa saja Direktur serta pimpinan tertinggi dalam unit kerja lain.
Satu kali ada salah satu direktur yang komplain tentang sikap karyawan ini, karena sebagai seorang direktur ketika berada didalam lift yang sedang penuh dan direktur ini masuk serta memberikan senyuman kepada mereka tetapi karena tidak mengenali Direktur maka tidak ada satupun dari antara mereka yang membalas senyum direktur tersebut. Karena tidak merasa perlu untuk memberikan senyum pada orang yang tidak dikenal.
Atas dasar inilah maka perlu diterapkan aturan sebagai berikut :
- Para pegawai outsourcing diajari tentang company profile dari perusahaan tersebut. Dengan tujuan agar dapat mengenali sejarah dari perkembangan perusahaan tersebut dan instansi apakah yang mereka sedang masuki.
- Para pegawai diajari untuk mengenal tentang siapakah pemilik perusahaan , direktur serta pemimpin yang ada di perusahaan tersebut. Dengan tujuan agar dapat tahu dan mengenal siapa ownernya, dan pejabat-pejabat yang ada di perusahaan tersebut agar jika ditanya oleh orang lain maka dapat untuk menjawabnya.
- Para pegawai ini diberikan aturan perusahaan seperti displin waktu, cara berpakaian dan bertingkah laku. Dengan tujuan agar pegawai outsourcing memiliki etika sama seperti pegawai lain yang ada di perusahaan tersebut dan tahu bertingkah laku dengan sopan dan baik sehingga tidak akan memiliki jarak yang besar antara karyawan dengan pegawai outsourcing.
- Para pegawai diberikan pengertian bahwa mereka hidup bersosialisasi dengan karyawan lain sekalipun status mereka masih karyawan outsourcing.
- Menyadarkan mereka bahwa mereka adalah pegawai outsourcing yang bisa sewaktu-waktu diberhentikan dari pekerjaannya karena dinilai tidak baik dalam bertingkah laku sekalipun bukan oleh user tetapi oleh vendor yang memakai akan tenaga mereka.
- Tugas serta tanggung jawab mereka haruslah sama seperti dengan karyawan tetap sekalipun mereka tidak bertanggung jawab langsung tetapi sikap mereka selama bekerja juga akan dinilai oleh user mereka dan jika user sudah tidak suka dengan dia maka dapat saja sewaktu -waktu diganti.

(LM/RS-FJ/vbm-vj)
Foto : Visijobs
Artikel Terkait :
|