Tips & Career
Mengatasi Karyawan Pesimis Dan Kurang Semangat Juang
2012-02-17 20:49:00
(Visijobs – Tips & Career) - Pernahkah anda menemui karyawan yang tidak bersemangat dan tidak punya gairah untuk mencapai sesuatu yang lebih baik atau karir yang lebih tinggi namun tetap masuk bekerja setiap hari dan menjalani rutinitas kerja yang begitu-begitu saja? Setiap orang yang melihatnya merasakan aura pesimis yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi semangat orang lain dan cenderung ke arah yang sama – pesimis. Karyawan seperti ini sangat pasif dan membuat siapapun yang berinteraksi terpancing emosi untuk memarahinya namun tetap saja ia tidak bergeming dan tidak peduli. Beberapa karyawan pernah mencoba bertanya kepadanya mengapa sikapnya demikian dan dia terbuka dengan apa yang dirasakannya, banyak nasihat dan dorongan telah diberikan namun tetap saja karyawan ini tidak menunjukkan perubahan.
Sebagai seorang HR Praktisi, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi karyawan demikian? Dari pengalaman penulis ada beberapa langkah yang pernah dilakukan;
1. Lihat historical/sejarah perjalanan karir karyawan ini. Apakah dia pernah mengalami perubahan karir atau posisi sebelum pada posisi saat ini. Prestasi apa yang pernah diraihnya.
2. Jika ya, apa penyebab hal itu terjadi padanya; apakah karena masalah yang timbul dari diri karyawan sendiri atau diluar dirinya, misalnya keputusan atasan atau pihak lain.
3. Jika dari dirinya, sudah berapa lama ia menjalani “hukuman” itu, bukankah sebaiknya diberikan pertimbangan kembali padanya?
Jika bukan dari dirinya, bukankah tidak patut ia mengalami hal itu? Kita seharusnya belajar untuk bersikap objektif kepada setiap karyawan, sebab jika ia adalah anak/saudara kita bukankah kita tidak akan membiarkan hal ini terjadi seterusnya?
4. Tanyakan padanya adakah posisi yang diminatinya? Adakah kesempatan mengisi posisi tersebut? Jika ya, usahakanlah agar ia dapat mengisinya. Jika tidak, berikan alternative lain dan minta karyawan sendiri yang memilihnya.
5. Berikan target yang jelas dan yang harus dicapainya dalam kurun waktu yang ditentukan. Berikan “Reward dan Punishment” yang terukur dan adil. Minta ia menandatangani dalam sebuah kesepakatan.
6. Berlakukan kesepakatan tersebut, jika ia mencapainya ia berhak atas reward – itu artinya ia juga telah berubah, tidak lagi pesimis dan memiliki semangat juang. Jika ia tidak berhasil maka berlakukan pula punishmentnya – itu berarti karyawan ini memang benar-benar tidak mampu lagi bekerja – jangan sayangkan dia karena ia sendiripun tidak menyayangi hidupnya.
Setiap orang selalu dihadapkan pada pilihan dan itulah yang membuatnya hidup. Jika ia tidak memilihpun sebenarnya ia sudah memilih untuk tidak memilih – itu keputusan yang diambilnya. Ingat orang bijak mengatakan: setiap orang yang tidak memiliki tujuan dalam hidupnya sebenarnya ia telah mati sekalipun secara fisik ia masih hidup. Juga jika orang gagal merencanakan hidupnya – ia telah merencanakan kegagalan itu sendiri bagi hidupnya.
Jangan pernah membiarkan karyawan yang demikian tanpa ditangani, dia harus segera mungkin dihadapkan dengan pilihan; berhasil atau berakhir. Perusahaan bukanlah yayasan sosial yang hanya mengasuh karyawan sampai usia pension tapi justru begitu banyak target yang harus dicapai untuk meraih keuntungan untuk menghidupi perusahaan dan karyawannya.
Be a fruitful employee to your company!.

Foto : Visijobs
(MV/IC-FJ/vbm-vj)
Artikel Terkait :
|
Karirtips Archieves
|