Vibizdaily    Financial    Regional    Management    Tekno Biz    Info Belanja    Jobs & Career    Forum
 
 

Info Kampus


Kulit Pisang Diubah Menjadi Tisu

2013-07-18 21:28:00

(visijobs-kampus info) - Menurut ketua tim Jovita Ridhani Tim mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta,  Kulit pisang memiliki tekstur yang tebal dan mengandung selulosa, dan itu merupakan bahan pembuatan tisu. Jadi mereka memanfaatkan kulit pisang sebagai bahan baku pembuatan tisu.



Selain itu, menurut dia, kulit pisang juga memiliki kandungan vitamin C, B, kalsium, protein, dan lemak yang cukup baik, sehingga memiliki banyak manfaat untuk kulit, seperti menghilangkan jerawat dan kutil kecil, menyembuhkan psoriasis, dan membantu luka menjadi kering lebih cepat.

Ia mengatakan proses pembuatan tisu adalah kulit pisang dicuci bersih dengan akuades, kemudian diiris kecil-kecil dengan pisau sesuai dengan kebutuhan. Ketika mengiris kulit pisang sebaiknya mengenakan sarung tangan.

Selanjutnya semua irisan kulit pisang dikeringkan dengan sinar matahari di atas nyiru, kemudian mencampurkan kulit pisang kering, air, dan kristal NaOH dalam panci.

Proses selanjutnya adalah merebus campuran bahan-bahan tersebut dalam panci besar sekitar 1,5 jam, kemudian menghilangkan NaOH dengan mencuci sampai bersih agar tidak meninggalkan bau dari larutan pemasaknya.

"Kemudian merendam dengan larutan kaporit selama satu jam, mencuci dengan air bersih hingga bau kaporit hilang, dan menghaluskan adonan lunak tersebut dengan blender," katanya.

Menurut dia, proses selanjutnya mencampurkan talcum sebanyak 1,5 kilogram dalam adonan dan mengencerkan adonan atau "pulp" agar dapat diproduksi kertas yang tipis, kemudian adonan halus itu dituangkan ke dalam baskom lebar.

"Letakkan spons di atas meja, kemudian menaruh kain yang sudah dibasahi di atasnya, menyaring campuran (jangan terlalu tebal) di baskom memakai `screen` sablon," katanya.

Selanjutnya, meletakkan "screen" sablon di atas spon yang sudah dilapisi kain dengan posisi terbalik, menggosok sedikit "screen" dan mengangkatnya dengan hati-hati, kemudian menutup dengan kain yang sudah dibasahi, menambah satu lapis lagi kain basah.

"Kemudian angkat sepasang demi sepasang dan menjemur di tempat yang panas, kemudian menyetrika sepasang demi sepasang dan membuka kainnya secara perlahan. Langkah selanjutnya adalah melakukan uji ketahanan tarik, uji ketebalan, dan gramatur atau berat dasar kertas tisu," katanya.

Anggota tim mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu adalah Laela Mukaromah, Monica Azizu Haqi, Dhani Priantoro, dan Achmad Sabit N.

(prs/PRS/ant)

(photo : ant)



Artikel Terkait :

Mahasiswa Asing Ikut Festival Kuliner Di IPB Bogor
Menhut Memberikan Ajakan Pelestarian Hutan
UMB Kerjasama Dengan PT Pindad
Mahasiswa Senegal Dapat Beasiswa Belajar Di Indonesia
Mahasiswa Temukan Senyawa Penghambat Bakteri Tipus
Nekat 5 Mahasiswa Unibraw Akan Jual Ginjal Demi Bayar Uang Kuliah
Universitas Airlangga Surabaya Adakan Tes Tulis Bagi Calon Mahasiswa
UNAIR Membuka Pendaftaran Mahasiswa Jalur Mandiri
Pemerintah Keluarkan Kebijakan Beasiswa Melanjutkan S2
Mahasiswa Ciptakan Kerupuk Belalang

Karirinfo Archieves


Konten : Job Search | Event | About Us
Management : ADVERTISING | DISCLAIMER | PRIVACY