Column
Siapakah yang Bertanggung Jawab untuk Meningkatkan Employee Engagement?2011-12-29 16:00:00
|
Ruth Berliana
Tim Consultant
|
(Visijobs - Column) - Cobalah sesekali anda mengamati situasi tempat di mana anda bekerja. Siapakah yang saat anda datang di pagi hari sudah anda temukan sangat sibuk di depan komputernya tiap-tiap hari. Kemudian siapakah yang lima menit sebelum jam kantor berakhir selalu sudah mematikan komputernya, atau siapakah yang selalu terlihat sibuk membuka percakapan dengan rekan-rekannya bahkan di saat-saat sibuk sekali pun. Atau siapakah yang selalu dengan ringan hati menjadi volunteer untuk menjadi penggerak dalam event-event yang ada. Pengamatan saudara akan membawa saudara dapat menilai siapa yang “sangat menikmati” pekerjaannya dan siapa yang “hanya menjalankan” pekerjaannya. Secara sederhana situasi tersebut dapat membantu anda untuk mendapatkan gambaran atas engagement dari tiap-tiap karyawan.
Pengertian Employee Engagement
Secara umum employee engagement merupakan suatu keterlibatan dari seorang karyawan dalam pekerjaannya dimana ia dapat sangat antusias terhadap pekerjaannya dan terlibat penuh di dalam pekerjaannya. Definisi lainnya dari Harter, Schmidt, dan Hayes (2002), employee engagement merupakan suatu bentuk keterlibatan karyawan secara individual serta bagaimana kepuasannya dan keantusiasannya dalam melakukan pekerjaan.
William Kahn (1990) menggambarkan employee engagement sebagai suatu bentuk perhatian karyawan terhadap pekerjaannya serta bagaimana ia dapat menyerap peranannya. Wiley & Blackwell, di dalam buku karangan mereka, menyatakan bahwa karyawan yang engage akan memiliki keinginan untuk terikat dan selalu bergairah di dalam pekerjaannya bahkan bersedia untuk mengorbankan lebih banyak tenaga dan waktu demi pekerjaannya dan demi mencapai tujuan pekerjaannya.
Mengidentifikasi Employee Engagement
Salah satu organisasi yang juga melakukan penelitian terhadap Employee Engagement ini adalah Gallup Organization sejak 1997, berupa survey yang diadakan adalah atas 3 juta karyawan yang bekerja pada 300 unit kerja pada perusahaan. Survey ini dengan memberikan 12 pertanyaan berikut:
1. Apakah anda tahu apa yang anda harapkan di dalam pekerjaan anda?
2. Apakah anda memiliki material dan alat bantu yang anda butuhkan dalam melakukan pekerjaan anda dengan benar?
3.Apakah anda selalu memiliki kesempatan untuk melakukan yang terbaik di dalam pekerjaan anda setiap harinya?
4. Dalam tujuh hari terakhir, apakaha Anda menerima pengakuan atau pujian atas pekerjaan yang dapat anda selesaikan dengan baik?
5. Apakah supervisor anda, atau salah seorang dalam lingkungan kerja anda perduli kepada anda sebagai seorang karyawan?
6. Adakah seseorang yang mensupport perkembangan anda?
7. Di dalam pekerjaan apakah pendapat anda selalu diperhitungkan?
8. Apakah misi/ tujuan dari perusahaan tempat anda bekerja membuat anda merasa bahwa pekerjaan anda penting?
9. Apakah rekan kerja anda berkomitmen untuk melakukan pekerjaan yang berkualitas?
10. Apakah anda memiliki sahabat di tempat anda bekerja?
11. Pada 6 bulan terakhir, adakah seseorang di tempat anda bekerja membicarakan progress pekerjaan anda?
12. Pada tahun kemarin, apakah anda memiliki kesempatan untuk belajar dan bertumbuh di tempat kerja anda?
Dari survey tersebut disimpulkanlah perusahaan dimana karyawannya memberikan penilaian yang tinggi dalam menjawab pertanyaan di atas memiliki nilai turnover yang rendah, pertumbuhan penjualan yang tinggi, produktifitas yang lebih baik, pelanggan yang lebih baik dan kinerja kerja yang lebih baik.
Secara kenyataan, Gallup menemukan bahwa hanya 33% dari karyawan yang benar-benar menyatu dan menikmati serta sanngat loyal terhadap pekerjaannya. 49% memiliki tingkat loyalitas yang lebih rendah dan 18% selalu ingin keluar dari pekerjaannya.
Sehingga jika tim anda terdiri dari 10 orang, maka mungkin hanya 3 orang yang paling menonjol dan terlihat berdedikasi terhadap pekerjaannya. Mungkin mereka akan datang lebih pagi dari yang lain, selalu memberi 5 pada saat diminta 3, selalu maju terlebih dahulu saat perusahaan membutuhkan volunteer yang dapat bekerja extra. Kemudian 5 orang hanya bekerja pada jam kerja, memberikan 3 pada saat diminta 3 serta mematikan computer tepat pada waktunya. Selalu tidak ada usaha untuk memberi lebih, seberapa ia dituntut maka sedemikian pula ia mendedikasikan dirinya. Dua orang terakhir adalah mereka yang selalu “missing in action” karena mereka selalu memiliki prioritas yang berbeda.
Siapakah yang Bertanggung Jawab atas Employee Engagement?
Semua perusahaan tentu saja akan memilih karyawan yang loyal terhadap perusahaan dan pekerjaannya. Tetapi siapakah yang dapat melihatnya dengan jeli pada saat recruitment? Perlu anda ketahui bahwa sikap loyal terhadap pekerjaan tidak dapat diperoleh dalam sekejap. Jika anda dapat merekrut seorang karyawan yang engage kepada pekerjaannya yang semula maka hal itu bukanlah jaminan. Hal itu dapat berubah menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk. Perusahaan tentu akan menghendaki hal tersebut menjadi lebih baik oleh karena itu perusahaan harus mengetahui dengan benar tanggung jawabnya.
Banyak karyawan menganggap bahwa perusahaan melalui pihak managemenlah yang bertanggung jawab menumbuhkan sikap loyalitas karyawan terhadap perkerjaannya. Tetapi apakah memang demikian? Jika anda merasa bahwa perusahaanlah yang bertanggung jawab sepenuhnya atas loyalitas anda dalam bekerja, maka jangan salahkan perusahaan ketika ia tidak memilih untuk mempertahankan anda oleh karena anda bukan karyawan yang loyal terhadap pekerjaan anda. Perusahaan memang memiliki peranan tetapi perusahaan bukanlah satu-satunya yang bertanggung jawab atas loyalitas anda.
Anda perlu menyadari bahwa sesungguhnya andalah yang paling bertanggung jawab untuk menciptakan engagement atas pekerjaan anda. Ketika anda dapat membuktikan bahwa anda memilliki loyalitas terhadap pekerjaan anda, maka atasan anda, pihak management dan perusahaan akan pula loyal terhadap anda. Walaupun tidak menutup kemungkinan ada perusahaan yang kurang menghargai loyalitas karyawannya. Selalu diharapkan sinergi antara karyawan dan perusahaan dalam menciptakan loyalitas namun andalah yang pertama bertanggung jawab atas loyalitas pada diri anda sendiri.
Tumbuhkan Loyalitas Anda Sekarang
Berikut adalah hal-hal yang dapat anda lakukan dalam menumbuhkan loyalitas anda:
1. Buatlah tujuan di dalam pekerjaan anda baik secara umum mau pun secara khusus.
Ketika anda berangkat dan tiba di tempat kerja anda maka milikilah tujuan yang hendak anda capai hari itu sehingga anda tidak sembarang berada di situ dan kemungkinan besar anda akan merasa enggan untuk pulang saat tujuan itu belum tercapai. Dalam menentukan tujuan maka tentukanlah tujuan yang realistis namun tidak terlalu mudah.
2.Buatlah aktivitas yang jelas dan terencana.
Setelah membuat tujuan anda maka buatlah langkah-langkah serta aktifitas yang jelas untuk dapat mencapai tujuan anda. Berusahalah untuk mencapai tujuan anda dengan benar.
3. Buatlah analisa atas pekerjaan anda.
Setelah anda menentukan tujuan serta langkah-langkah untuk mencapainya maka jangan lupa untuk menganalisa pencapaian saudara.
Dengan ketiga langkah sederhana ini maka akan mulai memiliki motivasi atas pekerjaan anda sendiri. Langkah yang sederhana namun merupakan suatu langkah awal yang baik untuk dapat "engage" dengan pekerjaan anda.
(RB/IC-FJ/vbm-vj)
|
Column Archieves
|