VIBIZPORTAL.COM    Financial    Regional    Management    Info Tekno    Info Belanja    Jobs & Career    Forum
 
 

Column


Melakukan Negosiasi Gaji Secara Jitu (1)

2010-04-28 08:35:00



Melva Emsy Simalango

HR Expert

(Visijobs - Column) Untuk menjawab ini, pertama-tama perlu dijelaskan dulu bahwa struktur gaji di sebuah perusahaan biasanya ditentukan dalam range (rentang), dan range-nya saling overlap satu dengan lainnya. Memang tidak semua perusahaan menetapkan struktur gaji dalam range seperti ini, tapi sebagian besar seperti ini.

Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan tabel ilustrasi berikut:

Ada 2 keuntungan penetapan gaji dengan sistem range, ditinjau dari sudut pandang perusahaan:

 

1. Memberikan ruang bagi pihak HRD perusahaan tersebut untuk merekrut orang terbaik pada sebuah level. Untuk jelasnya coba simak contoh kasus sebagai berikut:

Sebuah perusahaan berniat merekrut X yang saat ini sudah bekerja di perusahaan lain. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa X menerima gaji 1 juta di perusahaannya sekarang, dan berada di level I. X tentu menolak saat diajak pindah dengan penawaran gaji sama yaitu 1 juta. Berkat sistem gaji yang menggunakan range, maka perusahaan yang baru bisa memberikan penawaran menarik sebesar 1.2 juta kepada X, tanpa harus memposisikannya di level yang lebih tinggi (yang mana terkait dengan pemberian fasilitas / tunjangan yang lebih besar pula).

2. Memungkinkan perusahaan untuk melakukan efisiensi pengeluaran gaji. Ingat, perusahaan sebagai institusi ekonomis, pastinya mengutamakan prinsip ekonomi pula: pengeluaran sekecil-kecilnya untuk mendapatkan hasil sebesar-besarnya. Kalo seorang pegawai happy-happy aja dengan digaji 900 ribu, kenapa harus diberi 1 juta? Ilustrasi berikut mungkin bisa memperjelas:

Y adalah seorang pegawai lugu yang rela lembur tanpa banyak menuntut uang tambahan. Di kantor sekarang ia menduduki level I dengan gaji 750 ribu. Melihat fakta seperti ini, maka sambil sedikit bertanduk sang petugas HRD perusahaan tetangga menyodorkan penawaran gaji 900 ribu kepada Y, yang langsung diterima dengan penuh rasa syukur dan hati sumringah.

Nah, melihat kedua contoh di atas, jelas bahwa urusan negosiasi gaji bisa sangat menentukan besaran gaji yang kita terima. X dan Y sama-sama menduduki posisi di level I, kerjaannya sama, tanggung jawab sama, tapi X bisa mendapat gaji lebih besar dari Y hanya karena perbedaan dalam proses negosiasi gaji!

Kesimpulannya: proses negosiasi gaji itu sangat penting!


Apa yang harus disiapkan sebelum menegosiasikan gaji?

1. Kenali pasaran

Ini penTing sekali! Kita harus tau, untuk kualifikasi yang kita punya sekarang ini, berapa range gaji yang berlaku. Dengan demikian kita bisa mengajukan penawaran yang 'pas'.

2. Tetapkan standar yang rasional

Ini juga tidak kalah penting. Standar ditetapkan berdasarkan kondisi pribadi kita sekarang ini. Maksudnya adalah :

Kalo saat ini anda sedang merasa nyaman di perusahaan tempat kerja anda, trus tiba-tiba muncul tawaran untuk pindah ke perusahaan lain, bolehlah anda jual mahal sedikit. Minta gaji yang berada di luar range. Dikasih syukur, tidak dikasih ya sudah.

Tapi sebaliknya, kalo anda saat ini sedang menganggur, trus anda menolak tawaran pekerjaan dengan gaji 1 juta hanya karena anda tahu untuk kualifikasi anda rangenya berkisar antara 1.2 - 1.5 juta, ya kurang bijaksana juga. Yang ingin diberitahukan disini, memang perlu untuk mengetahui harga pasaran anda berapa, tetapi jangan lantas terpaku dan terjebak dengan pasaran tersebut hingga akhirnya mematikan potensi anda untuk berkembang.

Faktor apa aja yang mempengaruhi standar gaji dari sebuah perusahaan?

1. Industri

Beda industri, beda juga standar gajinya. Industri telekomunikasi, pertambangan / perminyakan, konsultan, dan consumer goods adalah beberapa industri yang standar gajinya relatif tinggi.

2. Ukuran perusahaan

Perusahaan multi-nasional biasanya punya standar gaji lebih tinggi dari perusahaan lokal dari bidang industri yang sama. Tapi, perusahaan-perusahaan kelas menengah biasanya masih belum punya standar gaji yang baku - sehingga justru dengan perusahaan tipe ini anda bisa meminta gaji yang tinggi berdasarkan persetujuan !

3. Level / lingkup pekerjaan

Sering ditemukan, orang salah memperkirakan standar gaji pekerjaan yang dilamar karena terkecoh dengan title/judul pekerjaannya.

Contoh kasus yang sering terjadi: lowongan pekerjaan dengan judul mentereng "sales supervisor" membuat pelamar mengira pekerjaannya di tingkat manajerial dan mengepalai sebuah tim, nyatanya harus kerja sendiri jualan barang. Atau yang sering ditemui di sebuah perusahaan milik pemerintah daerah, terjadi kenaikan jabatan berkala secara otomatis - sehingga seorang staff biasa setelah sekian tahun kerja harus jadi "kepala" sesuatu. Akibatnya, struktur perusahaan tersebut mekar terus dari waktu ke waktu karena bermunculan "kepala-kepala" baru, dan banyak "kepala seksi" yang tidak perlu punya anak buah!

Title pekerjaan bisa mengecoh, "manager" di perusahaan yang satu bisa saja selevel dengan seorang "supervisor" di perusahaan lain atau justru seorang "vice president" di perusahaan lainnya - tergantung seberapa besar beban kerja yang menjadi tanggung jawabnya. Oleh karena itu, sebelum bernegosiasi kenali dulu di level mana pekerjaan yang akan anda lamar ini.


Bagaimana caranya mengetahui pasaran gaji untuk pekerjaan yang akan saya lamar?

Untuk urusan ini memang rada sulit. Kalau kebetulan anda punya temen yang kerja di industri yang sama, anda mungkin bisa bertanya padanya- walaupun pastinya tidak semua orang mau jawab saat ditanya gajinya. Contohnya apabila anda ditanya mengenai gaji anda ? Anda juga bisa ikutan milis-milis HRD , kadang di sana sering ada sharing mengenai standar gaji.



(Bersambung)

(MV/AS/mgf)



Column Archieves


Konten : Job Search | Event | About Us
Management : ADVERTISING | DISCLAIMER | PRIVACY